Rabu, 16 Maret 2011

Alisis sifat dasar orang thionghoa (cina) dengan Indonesia

Alisis sifat dasar orang thionghoa (cina) dengan Indonesia

Pada tema kali ini saya menganalisis sifat dasar orang thoinghoa (cina) dengan Indonesia berdasarkan kepada letak geografis . meskipun orang thionghoa dan indonesia menepat tinggal di negara yang sama tapi dari kedua suku tersebut memiliki perbedaan . orang thionghoa merupakan orang cina yang menepatkan tinggal di Indonesia dengan etnis yang berada di Indonesia .
Dengan demikian saya akan sedikit menjelaskan tentang perbedaan sifat dasar antara orang Indonesia dengan thionghoa .
Tentang thionghoa (cina)

Orang-orang Tionghoa datang bermigrasi ke Nan-Yang ( Asia Tenggara termasuk Indonesia ) sejak tahun 1400 dan paling banyak terutama pada abad ke sembilanbelas sampai permulaan abad ke duapuluh. Pendatang-pendatang ini pertama-tama tinggal di pelabuhan-pelabuhan Indonesia khususnya dengan tujuan perdagangan. Pendatang ini kulturnya bervariasi, ada pedagang, ada ahli agraria, arsitek, ahli mebel, seniman dan lain sebagainya. Tetapi ada banyak yang bermigrasi dengan tujuan agar bisa hidup lebih baik dari pada hidup sengsara di daerah kelahirannya. Banyak dari pendatang baru ini bertujuan untuk menetap di bumi Indonesia kecuali mereka yang bertujuan untuk perdagangan.
Tentang Indonesia
Indonesia merupakan Negara yang memiliki berbagai macam kebudayaan yang berbeda –beda . kebudayaan Indonesia beraneka macam dengan khas dan unik . orang – orang di Indonesia pada dasarnya memiliki perbedaan suku , adat istiadat , dan meiliki perbedaan antara agama. Dari perbedaan tersebut orang Indonesia sering kali disebut dengan cirri masyrakat Indonesia yang bersifat majemuk.
Pesebaran pada Indonesia
Indonesia memiliki populasi sekitar 206 juta,dan diperkirakan pada tahun 2006 berpenduduk 222 juta.130 juta (lebih dari 50%) tinggal di Pulau Jawa yang merupakan pulau berpenduduk terbanyak sekaligus pulau dimana ibukota Jakarta berada. Sebagian besar (95%) penduduk Indonesia adalah Bangsa Austronesia, dan terdapat juga kelompok-kelompok suku Melanesia, Polinesia, dan Mikronesia terutama di Indonesia bagian Timur. Banyak penduduk Indonesia yang menyatakan dirinya sebagai bagian dari kelompok suku yang lebih spesifik, yang dibagi menurut bahasa dan asal daerah, misalnya Jawa, Sunda, Madura, Batak, dan Minangkabau.Selain itu juga ada penduduk pendatang yang jumlahnya minoritas diantaranya adalah etnis Tionghoa, India, dan Arab. Mereka sudah lama datang ke Nusantara melalui perdagangan sejak abad ke 8 M dan menetap menjadi bagian dari Nusantara. Di Indonesia terdapat sekitar 4 juta populasi etnis Tionghoa.

Pesebaran pada thionghoa
jumlah populasi komunitas etnis Cina di Indonesia adalah nomor tiga terbesar setelah komunitas Jawa dan Sunda. Tapi dari hasil sensus penduduk tahun 2000 dimana pertama kali mencatat latar-belakang etnis seseorang, sesungguhnya komunitas Cina hanyalah nomor 15 dari 101 kelompok etnis yang tercatat di sana.
Jumlahnya pun dikatakan hanya sebesar 1.738.936 orang atau 0,86% dari jumlah seluruh penduduk Indonesia sebanyak 201.092.238 orang. Namun, paling tidak hasil sensus menunjukkan bahwa di 11 propinsi Indonesia, jumlah warga etnis Tionghoa cukup signifikan untuk diperhitungkan sebagai bagian dari masyarakat setempat.
Dinyatakan bahwa 26,45% dari jumlah seluruh warga etnis Tionghoa di Indonesia, tinggal di Jakarta yaitu 460.002 orang (5.53% dari seluruh penduduk Jakarta). Begitu juga di Kalimantan Barat, ada 20,30% dari seluruh warga Tionghoa Indonesia (9.46 % dari seluruh penduduk Kalimantan Barat, nomor 3 terbesar setelah etnis Sambas, dan lainnya). Di Bangka-Belitung, warga etnis Tionghoa adalah 11,54% dari seluruh penduduk kepulauan itu, nomor 2 setelah etnis Melayu.


Populasi di Indonesia
Berdasarkan Volkstelling (sensus) di masa Hindia Belanda, populasi Tionghoa-Indonesia mencapai 1.233.000 (2,03%) dari penduduk Indonesia di tahun 1930. Tidak ada data resmi mengenai jumlah populasi Tionghoa di Indonesia dikeluarkan pemerintah sejak Indonesia merdeka. Namun ahli antropologi Amerika, G.W. Skinner, dalam risetnya pernah memperkirakan populasi masyarakat Tionghoa di Indonesia mencapai 2.505.000 (2,5%) pada tahun 1961.
Dalam sensus penduduk pada tahun 2000, ketika untuk pertama kalinya responden sensus ditanyai mengenai asal etnis mereka, hanya 1% dari jumlah keseluruhan populasi Indonesia mengaku sebagai Tionghoa. Perkiraan kasar yang dipercaya mengenai jumlah suku Tionghoa-Indonesia saat ini ialah berada di antara kisaran 4% - 5% dari seluruh jumlah populasi Indonesia.

Suku pada thionghoa
SUKU HAKKA

Suku Hakka yang berada di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, merupakan salah satu cabang suku Han yang memiliki ciri khas dan penyebaran serta pengaruh paling luas di seluruh dunia. Di Cina sendiri, orang Hakka menyebar sampai ke provinsi-provinsi lebih jauh seperti Provinsi Sichuan, Chongqing dan Guangxi. Sedangkan diseluruh dunia, boleh dikatakan hampir dimerata tempat dapat ditemukan jejak orang Hakka.

SUKU HAKKA
Suku Hakka yang berada di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, merupakan salah satu cabang suku Han yang memiliki ciri khas dan penyebaran serta pengaruh paling luas di seluruh dunia. Di Cina sendiri, orang Hakka menyebar sampai ke provinsi-provinsi lebih jauh seperti Provinsi Sichuan, Chongqing dan Guangxi. Sedangkan diseluruh dunia, boleh dikatakan hampir dimerata tempat dapat ditemukan jejak orang Hakka.

SUKU HOKKIAN
Orang Hokkian adalah migran dan keturunan dari para perantau yang berasal dari provinsi Fujian di Republik Rakyat Cina. Hokkian sendiri adalah dialek Hokkian dari Fujian yang merupakan dialek utara (Mandarin).

SUKU KONG HU (Canton)
Bahasa Kanton atau Yuè di Indonesia sering disebut bahasa Konghu adalah salah satu dari dialek bahasa Tionghoa yang dituturkan di barat daya Cina, Hong Kong, Makau, masyarakat keturunan Tionghoa di Asia Tenggara dan juga masyarakat Tionghoa di belahan dunia lain.

SUKU TIO CHIU
Dialek Tiochiu atau Tiociu atau teochew atau diojiu adalah sebuah dialek bahasa yang termasuk rumpun bahasa bahasa Sino-Tibet. Dialek ini cukup mirip dengan bahasa Hokkien (Tiochiu dan Hokkien/Min-nan diklasifikasikan dalam rumpun Min) dan penutur kedua bahasa dapat cukup mengerti kedua bahasa meski tidak seluruhnya.

Perbedaan sikap dasar pada orang thionghoa dengan Indonesia
Orang Tionghoa umumnya berani dan bisa bekerja keras dan mempunyai talenta untuk berdagang, berani berspekulasi, sehingga bisa sukses dalam perdagangan. Ini karena perkataan Tionghoa Wei Ji, yang berarti krisis terdiri dari dua perkataan, Bahaya. Kalau kita berani mengambil keputusan, berani menghadapi bahaya, baru kita bisa mendapatkan kemungkinan sukses dalam perdagangan. Tentu persoalan ini harus dipikirkan resiko-resikonya dan dipersiapkan agar bahaya menjadi sekecil
Orang Indonesia Sangat bertolak belakang dengan thionghoa yang suka bekerja keras. Orang Indonesia sangat terbiasa dengan keputusasaan merka . mereka biasanya lebih baik menganggur di bandingkan harus memberanikan diri untuk bekerja keras. Kebanyakan dari mereka hanya ingin mudahnya saja tak mau kesulitannya. Orang Indonesia tidak banyak yang berusaha seperti layaknya orang thionghoa.

Perbedaan sifat orang thionghoa dengan orang Indonesia
Orang tionghoa lebih memiliki perasaan dengan hati , menggunakan suatu perasaan yang baik dan menghargai sedikit orang lain . oaring thionghoa lebih memikirkan orang lain ketimbang dengan dirinya sendiri , memiliki sebuah komitment dengan baik .
Oaring Indonesia lebih menggunakan emosi di bandingkan dengan perasaan . kebanyakan orang Indonesia lebih mementingkan dirinya sendiri di bandingkan dengan orang lain . orang Indonesia sukar untuk membantu orang lain .
Perbedaan kejujuran pada orang thionghoa dan Indonesia
Orang thionghoa lebih jujur dan lebih suka berkata apa adanya , kebayakan dari mereka memiliki kejujuran yang lumayan baik . di sini watak orang thionghoa lebeih kepada suatu kejujuran .
Orang Indonesia memiliki kejujuran yang kurang baik kebanyakan dari mereka selalu berbohong . kejujuran meraka kurang baik . dalam keadaan yang baik orang Indonesia terkada jujur.
Perbedaan kesopanan pada orang thionghoa dan Indonesia
Orang thionghoa sedikit lebih mempunyai etika atau kesoapan yang baik . lebih bisa menghargai oaring lain dan mempunyai watak yang kuat untuk melalukan sesuatu .
Orang Indonesia kurang displin tkadang tak mempunyai tatakrama yang kurang baik . watak orang Indonesia lemah , meraka jarang berfikir positif dalam melakukan suatu hal.

Daftar putaka
http://id.wikipedia.org/wiki/Tionghoa-Indonesia
http://www.slideshare.net/dianaists/final-exam-tionghoa
http://id.wikipedia.org/wiki/Orang_Cina_
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=7231120

16 komentar:

  1. anda salah besar.. sifat tionghoa itu cuek. sinis .tertutup. licik. suka monopoli. sombong. kompak. jaringan mreka kuat makanya sukses. yg punya pabrik dan agen juga toko kan mreka. jalur masuk barang dr singapura dan cina jepang kan bisa d monopoli sesama mata sipit.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aldy Emeraldy, anda benar sekali. saya seorang guru pada dua sekolah cina. memang sifat mereka kebanyakan seperti yg anda katakan itu.

      yg posting artikel ini terlalu cepat menilai tanpa di dukung data2 dilapangan.

      Hapus
    2. sopan santun orang tionghoa cuma berlaku untuk antar sesama mereka sendiri, bukan kepada suku non-cina.

      Hapus
  2. salah besar postingan ini yang terlalau memojokan bangsa indonesia orang china itu angkuh,sombong dan merasa lebih baik.Berbeda jauh dengan sifat orang indonesia yang ramah,baik,murah senyum dan bisa menerima orang lain apa ada nya

    BalasHapus
  3. kayaknya kebalik deh hihihi

    BalasHapus
  4. Ya kalo gak setuju, buktikan, gitu aja kok repot

    BalasHapus
  5. Jangan berkata negatif tentang orang tionghua maupun yang lainnya. tentang sifat baik maupun buruk, itu semua tergantung pada sifat masing masing individu.

    BalasHapus
  6. Sumbernya rata-rata dari wiki. Kalau dari wiki, siapa saja bisa memberikan informasi, orang Cina misalnya. Hihihi~

    BalasHapus
  7. seharusnya isinya hanya satu etnik saja, tidak perlu ada perbandingan antara satu etnik dengan etnik tertentu lainnya. tentu itu lebih bijak dan tidak mengundang unsur sara bagi yang membacanya. terima kasih

    BalasHapus
  8. Post yang tidak berguna. Semua orang tidak bisa memilih dilahirkan sebagai cina, negro atau bule...

    BalasHapus
  9. jangan begitu kita semua sama, satu negara ya harus saling melindungi. jangan saling menjelekkan. ini lah yang membuat indonesia tidak maju 2 kalau saling adu domba. so be positive to each other!!!

    BalasHapus
  10. dari postingan yang saya baca diatas terlihat lebih memojokan orang pribumi di akhir2 paragraf , padahal yang sebenarnya BELUM tentu seperti itu . Tergantung dari masing2 individunya baik orang pribumi maupun etnis tionghoa karna setiap sifat manusia berbeda2

    BalasHapus
  11. Jangan menjelekkan keturunan Tionghoa maupun Pribumilah, gak semua keturunan Tionghoa maupun pribumi demikian kok, jangan paku rata semuanyalah, aku campuran dari keduanya, dan menurutku sifat seseorang itu tergantung dari kepribadian orang itu sendiri.

    BalasHapus